
ADALAH sebuah obsesiku untuk mengapresiasi diri dibalik sepinya hari -hari yang ku lalui diantara waktu dan sisa tepian diri yang dilanda rindu akan diriNya. Semoga Kau dapat kutemukan dalam wujudMu yang agung.
PERJALAN hidup ini terasa nikmat dengan hadirnya silih berganti pikiran yang masih belum bisa diukur batas kemampuannya untuk berfikir. Karena Pikiran itu memang masih belum mampu menembus batas ruang dan waktuNya, makanya pikiran itu tidak bisa dariNya.
Rasa cinta yang tertinggal dalam kenangan memory bersama perjalananku sebagai motivasi dalam menjalani titian hidup yang panjang. Semoga hasrat rindu mampu mengobati rasa kangen yang bertebaran diantara riak kehidupan yang menghimpit sisi-sisi gelapnya sepi. Hanya ada satu iman yang tertanam di hati sebagai benteng akhir dari rasa setia, semoga abadi selamanya.














0 Tanggapan:
Posting Komentar